A L U M N I S A F

MEDIA KOMUNIKASI PARA ALUMNI
TK - SD - SMP - SMA SALMAN AL FARISI
GURU - SISWA - KARYAWAN - ORANG TUA

Selasa, 09 Desember 2008

menyambut iedul adha 1429 H




A L K A U T S A R
(Ni'mat Yang Banyak, surat ke:108)


Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha pemurah lagi Maha
Penyayang.

1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu al Kautsar
2. maka dirikanlah shalat karena Allah dan berkurbanlah.
3. Sesungguhnya orang-orang yang membencimu dialah yang batar.

Surat Makkiyah ini sebagaimana surat Dhuha dan Insyirah
adalah perkataan Allah yang dikhususkan untuk utusanNya, Rasu-
lullah SAW. Suatu bentuk perlindungan secara langsung Khalik
kepada utusanNya, penenang dan pengokoh semangat Nabi dalam
menyebarkan risalah Islam.

Betapa pada awal da'wah diin ini, Rasulullah mengalami
kesengsaraan yang luar biasa; caci-maki, penghinaan, intimidasi,
penganiayaan dan usaha-usaha pembunuhan. Musuh-musuh Allah,
mereka yang membenci Muhammad SAW, hanya karena beliau membawa
risalah islam, tak henti-hentinya menteror Nabi. Duri-duri
mereka taburkan di tempat-tempat yang sekiranya bakal Nabi
lalui, dengan harapan Nabi akan menginjaknya dlsb. Ejekan pedas
yang sering mereka lontarkan adalah perkataan "abtar" (terputus/
celaka). Kata ini biasanya mereka tujukan untuk orang yang
kematian anak laki-laki, kata yang sungguh menghinakan. Ada
juga sebagian dari mereka membuat makar untuk mengelabui publik
dengan mengatakan " biarkanlah dia tokh akan mati tanpa
kita siksa, sedang urusannya akan berakhir juga ".

Namun Allah Yang Maha Pengasih berkata lain; "orang-orang
yang membenci Rasulullah itulah yang abtar". Merekalah yang
celaka dan terputus. Sedang Rasulullah menerima ni'mat dari
Allah berupa al Kautsar. Ni'mat sebagai Nabi Allah, jutaan orang
mengikuti risalahnya, jutaan hati, generasi demi generasi memu-
ji dengan segenap khidmat, jutaan manusia meneladani sirahnya,
jutaan harap terpendam dalam dada Muslim untuk bertemu dan
masuk dalam barisannya, tunduk dalam panjinya, jutaan lidah dan
bibir memohonkan shalawat dan salam bagi diri, keluarga dan
para sahabatnya. Lalu dimana mereka yang membencinya ?
Mereka semuanya abtar.

Al Kautsar ada yang meriwayatkan sebagai sungai dalam surga
yang disediakan Allah untuk Rasulullah Muhammad SAW, namun Ibnu
Abbas menjawab, bahwa sungai itu adalah sebagian dari pemberian
Allah pada Rasulullah, jadi hanya sebagian dari al Kautsar.

Inilah kemuliaan yang Allah berikan kepada mereka yang
dicintaiNya, dan insya Allah kita pun masuk dalam kelompok orang-
orang yang Allah cintai, yang Allah sayangi, yang Allah lindungi,
karena kita mencintaiNya, dan melindungi agamaNya, amiin, amiin,
ya Rabbal 'alamiin.

Hasbunallah wa ni'mal wakil.

wassalam,
abu zahra

Sabtu, 06 Desember 2008

Menguak Sejarah Alam Bandung Purba

Menguak Sejarah Alam Bandung Purba

Bayangkan ketika kita duduk di pendopo Bandung yang indah saat ini, atau ketika tepekur dan berzikir di lantai marmer Masjid Raya Jawa Barat. Bila hal itu terjadi 20 ribu tahun yang lampau, berarti kita sedang duduk di dasar danau pada kedalaman 10 – 15 m.
Bayangkan kalau kita termenung memandang Sungai Citarum yang bersampah, hitam dan berbau di jembatan Dayeuh Kolot; 20 ribu tahun yang lampau kita sedang menyelam di dasar danau pada kedalaman 50 – 65 m dari permukaan air danau! Kalau kita berada di Kamar 7 Gua Pawon memandag lembah Cibukur 20 – 5 ribu tahun yag lali. Kita ditemani manusia – manias prasejarah yang berkerumun memandang binatang buruan di lembah Cibukur.
Kalau kita bermain – main di bebatuan Sungai Cikapundung di Maribaya 48 ribu tahun yang lalu kita bisa melihat lava yang mangalir dari kawah Gunung Tangkubanparahu.
Ketka orang – orang menggali batu kapur di Citatah 30 – 20 juta tahun yang lalu mereka sedang menggali terumbu karang yang indah di laut dangkal pada kedalaman 10 – 20 m dari permukaan laut purba di sebelah barat Bandung.
Alam telah jauh berubah sekarang!
Bandung sangat beruntung dengan sejarah alamnya yang luar biasa. Dari laut bertaman karang yang indah pada Zaman Tersier Kala Oligo-Miosin 30 – 20 juta tahun yang lalu, berubah menjadi daratan bergunung api pada Kala Pliosin 5 – 4 juta tahun yang lalu. Pada Zaman Kuarter 2 juta tahun yang lalu, seluruh Jawa Barat mulai ternagkat menjadi daratan, menjadi pegunungan dengan dihiasi gunung – gunung api aktif. Letusannya silih berganti: Gunug Sunda Purba meletus dahsyat berkali – kali. Gunung – gunung lain meletus susl menyusul: Gunung Tampomas, Ciremai, Syawal, Galunggung, Guntur, Papndayan, Cikurai, Patuha, Gede – Pangrango, dan Krakatau.
Letusan berulang – ulang terjadi pada 27 Agustus 1883, Kawah Danan Perbuwatan Gunung Krakatau di Selat Sunda meletus dahsyat. Suaranya menggelegar hingga terdengar ke Singapura bahkan Sydney. Abunya menembus lapisan langit dan mengendap tiga hari kemudian di New York. Selama bebearapa minggu abu letusan itu menutupi bumi menghalangi sinar matahari dan menyebabkan musim panas terdingin di belahan bumi utara.
Tahun 1982 Gunung Galunggung meluluhlantakkan sebagian Tasikmalaya. Abunya yang terlontar ke udara mendarat daruratkan pesawat Boeing penerbangan Sydney - London di Jakarta. Hujan abu jatuh di Bandung, membuat Bandung sesak dan pengap, dan baru berakhir ketika hujan pertama jatuh di bulan Oktober 1982. Tahun 2002 Gunung Papandayan menggegerkan Kecamatan Cisurupan, Garut. Letusan kecil yang membuat berita besar.
Pada Zaman Kuarter, sekitar 135 ribu tahun yang lalu, Danau Bandung terbentuk. Genangannya yang luas mengisi seluruh daratan tinggi Bandung dari Rancaekek hingga Saguling pada ketinggian antara 710 – 715 m di atas permukaan laut sekarang. 16 ribu tahun yang lalu, seiring dengan turunnya permukaan air laut, air danau menerobos perbukitan Saguling membelah dan membentuk lembah antara Pasir Larang dan Pasir Kiara, mengeringkan danau Bandung. Airnya kemudian mengalir pada lembah Sungai Citarum menerobos Gua Sangiangtikoro, dan terus mengalir ke utara. Jadi, tempat mengeringnya danau BAndung berada jauh kea rah hulu pada punggungan bukit Pasir Larang-Pasir Kiara, tidak di Sangiangtikoro.
Pada masa – masa mengeringnya danau Bandung antara 16 – 3 ribu tahun yang lalu, daratan Bandung menjadi ranca (rawa) yang becek yang menjadi tempat berjejalnya badak-badak dan hewan-hewan lainnya. Inilah padang perburuan yang menggiurkan dimasa purbakala. Dengan bersenjatakan tombak bermata batu obsidian yang keras dan tajam, manusia-manusia prasejarah leluhur orang Jawa Barat beranjak dari kampong-kampung purba di lereng-lereng perbukitan sekeliling Bandung menyerbu hewan buruan di daratan dan ranca di bawahnya.
Batu obsidian yang ditambang di Kendan, Nagreg: dan mungkin pula dari Gunung Kiamis, Garut, dibawa leluhur kita menyusuri jalan-jalan setapak antara Gaurt, Lels, Parakanmuncang, Cileunyi, Cinunuk, Cilebgkrang, dan Cikadut hingga dibuat berbagai alat dan senjata di bengkelnya di kawasan Situ Cangkuang di Leles, Garut, dan di bukit Dago Pakar, Bandung utara.
Sementara itu, koloni yang lain menjelajah perbukitan kapur di Citatah danmenemukan tempat yang nyaman untuk tingal: sebuah gua yang sekarang dinamakan Gua Pawon, serta ceruk-ceruk batu kapur yang banyak terdapat pada perbukitan kapur di bekas laut dangkal ini. Budaya karuhun kita ternyata luar biasa. Mereka telah mengenal api, membuat peralatan dari batu dan tulag, membuat perhiasan dari gigi ikan hiu, mebuat kendi-kendi dari tanah. Mereka mungkin menjelajah Garut dan Sukabumi Selatan, dan membawa pulang batu-batuan yang tidak ditemukan di sekitar Bandung. Mereka membawa oleh-oleh berupa gigi-gigi ikan hiu yang dirangkai menjadi kalung, dan kemudian menjadi hiasan kubur bagi oarng yang mereka hormati. Orang yang mereka kubur dalam penghormatan tinggi, tahun 2003 kerangkanya tergali meringkuk tenang di Gua Kopi (di Gua Pawon).
Begitulah sejarah alam Bandung yang luar biasa kaya, variatif dan menarik. Kini, alam Bandung telah jauh berubah. Evolusi yang berjalan lambat berjuta-juta tahun, berubah begtu cepat ketika manusia ikut campur tangan mengubah alam. Itulah peristiwa alam yang teratur datang berulang-ulang. Kejadian masa kini, terjadi pula pada masa lalu, dan akan terus terjadi pada masa yang akan datang.
Dari alam yang telah berubah, jelajah bentang alam masa kini akan membuka kunci masa lalu Bandung purba……….
Sumber: Geowisata, Sejarah Bumi Bandung, Budi Brahmantyo

Kamis, 04 Desember 2008

SELAMAT HARI RAYA IEDUL ADHA 1429 H



KEGIATAN SEKITAR IEDUL ADHA DI SAF ( JADUL )





BERSYUKUR ATAS PINTU YG TERTUTUP


Belajarlah untuk memuji Tuhan sebanyak mungkin
ketika sebuah pintu tertutup bagi kita,
sama seperti ketika sebuah pintu dibukakan bagi kita.
Alasan Allah menutup pintu-pintu adalah karena DIA
tidak menyediakan sesuatu bagi kita dibalik pintu itu.

Jika DIA tidak menutup pintu yang salah,
kita tidak pernah menemukan pintu yang benar,
Allah mengarahkan jalan kita melalui pintu-pintu
yang tertutup dan terbuka.
Ketika satu pintu ditutup, kita akan terdorong untuk
mengubah rencana kita.

Pintu yang tertutup lainnya akan memaksa kita untuk
mengubah rencana lagi.
Hingga akhirnya kita menemukan pintu yang terbuka
dan kita melangkah menuju berkat-2 bagi kita.

Allah mengarahkan jalan-jalan kita melalui
pintu-pintu yang terbuka dan tertutup,
namun biasanya bukannya memuji DIA karena
pintu yang tertutup (yang justru menghindarkan kita dari masalah) kita
sering kali menjadi marah karena kita menilai atas apa yang tampak
saja.

Kita selalu mendapat pertolongan segera pada saat diperlukan.
Karena Dia berjalan di atas kepala kita, DIA dapat melihat
masalah yang ada disepanjang jalan yang akan kita lalui, lalu DIA
membangun
penghambat jalan di sana atau bahkan membuat jalan berkelok.
Namun karena kebodohan kita,
kita mencoba menghancurkan penghambat jalan
atau menyingkirkan tanda melalui jalan berkelok.
Kemudian, pada saat kita menghadapi masalah,
kita mulai menangis, Tuhan, mengapa Engkau melakukan hal ini padaku?.
Kita harusnya menyadari bahwa pintu yang tertutup
dapat merupakan suatu berkat.

Tidakkah dikatakanNYA bahwa Tidak ada kebaikan yang
akan disembunyikan dari orang yang mencintaiNYA ?

Jika Engkau di-PHK dari pekerjaanmu pujilah Tuhan karena kesempatan-2
baru
yang akan muncul bisa saja suatu pekerjaan baru atau sekolah lagi.

Jika seorang pria atau wanita tidak menyambut hatimu
mungkin bukan karena mereka sendiri,
tapi mungkin Tuhan yang mengatur
sebuah penghambat jalan (relakanlah).

Kita kadang-kadang dapat memerangkap diri kita dalam
keraguan dan kekecewaan karena menilai apa yang tampak saja.
Aku sungguh bergembira karena banyak kali Bapa kita
telah menutup pintu-pintu bagiku hanya untuk membukakan
pintu dalam tempat yang tak terduga.
Allah tidak akan selalu mengatakan dengan kata-kata : belok ke kiri,
lalu ke
kanan.....
kadang-kadang DIA hanya akan menutup pintu-pintu yang salah.